Islam dan Dunia Kontemporer
Segala puji bagi Allah Subhânahû
wa Ta`âlâ yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya keada penulis,
hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas kelompok METODELOGI
STUDI ISLAMdengan judul "ISLAM DAN DUNIA KONTEMPORER". Karya
sederhana ini penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu tugas kelompok
Ilmu akhlak dan tasawuf
Penulis menyadari, bahwa karya tulis ini tidak dapat
diselesaikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan kontribusi dan
dukungan dalam penyusunan karya tulis ini. Pada kesempatan ini, penulis
menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya
kepada:
1. Dosen-dosen
yang telah memberikan ilmu dan pendidikan yang berharga pada penulis.
2. Staf
administrasi yang telah membantu penulis dalam merampungkan karya tulis ini.
3. Akhirnya,
secara khusus lagi, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada ayahanda dan ibunda, yang telah tidak henti-hentinya
memberikan semangat, doa dan selalu memotivasi penulis dalam penulisan karya
tulis ini.
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada yang sempurna di
dunia ini. Demikian pula dengan penulisan makalah ini. Kritik dan saran
sangatlah penulis harapkan dan dapat disampaikan secara langsung maupun tidak
langsung. Semoga karya tulis ini menjadi tambahan khazanah pengetahuan bagi
siapa pun yang membacanya.
Islam adalah agama yang merespon tradisi dan mempertahankan
modernisasi pada setiap detik perubahan yang dialami oleh zaman, Dengan respon
yang berbeda-beda pada setiap pemikiran umatnya.
Terdapat berbagai macam pemahaman terhadap perkembangan
islam di dunia kontemporer, ada yang beranggapan bahwa kurangnya perkembangan
islam dalam dunia teknologi dan ilmu pengetahuan disebabkan karena ketentuan
tuhan, adapun yang beranggapan lain yang akan dibahas di dalam makalah ini.
Oleh karena itu, makalah ini akan membahas tentang islam dan
dunia kontemporer yang akan dijabarkan dari berbagai macam sudut pandang.
1. Apakah
respon islam terhadap tradisi di indonesia pada zaman sekarang ?
2. Apakah
reaksi pemikiran islam terhadap era globalisasi ?
1. Mahasiswa
dapat mengetahui islam terhadap tradisi di indonesia pada zaman sekarang.
2. Mahasiswa
dapat mengetahui reaksi pemikiran islam terhadap era globalisasi.
Makalah ini membahas islam dan dunia kontemporer yang
dibatasi sampai respon islam terhadap tradisi di Indonesia serta
pemikiran-pemikiran islam terhadap globalisasi tersebut dengan ilmu-ilmu lain.
Meskipun islam datang dan berkembang di indonesia lebih
darilima abad, pemahaman dan penghayatan keagamaan kita masihcenderung
sinkretik, tarik-menarik antara nilai-nilai luhurislam dengan budaya lokal.
Di Indonesia terdapat dua penelitian yang dilakukan secara mendalamyang
menjelaskan hubungantradisi lokal dengan islam. Dalam dua karya tersebut
dielaborasi tradisi yang berkembang ketika itu. Clifford Geertz (1964: 16-25),
misalnya menggambarkan masyarakatpada kepercayaan metafisik, sepertimemedi,
lelembut dan demit (dedemit, sunda), disamping itu juga ia menjelaskan tentang
adat-adat upacara atau selametan.
Secara sederhana dengan mengutip Cilford Geertz yang di
sederhanakan oleh Christian Snoick Hurgronje, Howard M.
Federspiel (1996:90), menjelaskan bahwa selametan bisa
diberikan hampir pada setiap peristiwa.
Kebanyakan umat islam banyak yang sangat terlambat dalam
mengikuti perkembangan tekhnologi, karena rendah dalam penguasaan sains dan
tekhnologi, umat islam menjadi kelompok yang terbelakang. Sedangkan di sisi
lain, umat agama lain begitu maju dengan berbagai tekhnologi masa kini, dari
tekhnologi pengamatan terhadap luar angkasa hingga pertanian.atas dasar itulah
terjadi berbagai reaksi terhdap kemajuan umat-umat agama lain.
Reaksi tersebut bisa di bedakan menjadi 4, yaitu
tradisionalis, modernis, revivalis dan transformatif.
1. Tradisionalis
Pemikiran tradisionalis percaya bahwa kemunduran umat islam
adalah ketentuan dan rencana tuhan. Kemunduran atau kemajuan dainilai sebagai
“ujian” atas keimanan dan kita tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadidi
balik kemajuan dan kemunduran umat manusia.
2. Modernis
Kaum modernis percaya bahwa keterbelakangan umat islam
disebabkan oleh kesalahan sikap menthal, budaya, atau teologi mereka. Mereka
menyerang teologi sunni (asy’ariyah) yang dijuluki sebagai teologi fatalistik.
(manshour faqih dalam ullumul qur’an, 1997: 1)
Asumsi dasar kaum modernis adalah bahwa keterbelakangan umat
islam karena merka melakukan sklarisasi terhadap semua bidang kehidupan. Asumsi
tersebut pada dasarnya sejalan dengan aliran developmentalisme yang beranggapan
bahwa kemunduran umat islam di indonesia karena mereka tidak mampu
berpartisifasi secara aktif dalam proses pembangunan dan globalisasi. Oleh
karena itu mereka cenderung melihat sikap-sikap mental, kreatifitas, budaya dan
paham teologi sebagai pokok permasalahan.
3. Revivalis-fundamentalis
Menjelaskan tentang faktor dalam ( internal ) dan faktor
luar (eksternal) sebagai dasar analisis penyebab kemunduran islam.
Umat tslam terbelakang karena mereka justru menggunakan
ideologi atau “isme” yang lain sebagai dasar pijakan daripada menggunakan
Al-Qur’an sebagai acuan dasar. Pandangan ini ini berangkat dari asumsi bahwa
Al-Qur’an pada dasarnya telah menyediakan petunjuk secara komplit, jelas, dan
sempurna sebagai dasar bermasyarakat dan bernegara. Disamping itu, merekajuga
memandang “isme” lain –maxisme, kapitalisme, dan zionisme—sebagai ancaman.
Globalisasidan kapitalisme bagi merekamerupakan satu agenda barat dan konsep
non islami yang di paksakan pada masyarakat muslim. Merekamenolak kapitalisme
dan globalismekarena keduanya di nilai masuk pada paham liberalisme. Karena
itulah mereka disebut kaum fundamentalisme.
4. Transformatif
Merupakan alternatif dari ketiga respons umat islam di atas.
Mereka percaya bahwa keterbelakangan umat islam disebabkan oleh ketidakadilan
sistem dan struktur ekonomi, politik, dan kultur. Oleh karena itu, agenda
mereka adalah melakukan transformasi terhadap struktur melalui penciptan relasi
yang secara fundamental baru dan lebih adil dalam politik, ekonomi, dan kultur.
Ini adalahproses panjang penciptaan ekonomi yang tidak eksploitatif, politik
tanpa kekerasan, kultur tanpa dominasi dan hegemoni, serta penghormatan
terhadap hak asasi manusia (human right). Keadilan menjadi prinsip fundamental
bagi penganut transformatif. Fokus kerja adalah mencari akar teologi,
metodologi, dan aksi yang memungkinkan terjadinya transformasi sosial.
Penganut fundamentalis merupakan analisis kritis terhadap struktur yang ada.
Islam, oleh mereka, sebagai agama pembebasan bagi tertindas serta mentransformasi
sistem eksploitasi menjadi sistem yang adil.Demikian empat respons umat islam
terhadap globalisasi, yaitu konservatif tradisional, modernis,
revivalis-fundamentalis, dan transformatif.
PENUTUP
Demikian kita telah mengetahui empat respons umat islam
terhadap globalisasi, yaitu konservatif-tradisional, modernis, revivalis-fundamentalis
dan transformatif. Sedangkan sebelumnya kita telah melihat respon umat islam
terhadap tradisi lokal indonesia sebagaimana telah dikatakan diatas bahwa
respon umat islam terhadap tradisi dapat dibedakan menjadi dua kaum tua dan kaum
muda.
Kaum tua adalah kelompok masyarakat yang cenderung
mempertahankan dan bahkan melestarikan tradisi sedangkan kamu muda sebaliknya,
cenderung menentang tradisi dan ingin menghapus praktik islam dalam pengaruh
bid’ah dan khurafa.
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, A. A., & Mubarak, J. (2010). Metodelogi
Istudi islam. Bandung: Remaja Rosydakarya Offset.
Nasution, H. (2010). islam Ditinjau dari Berbagai
Aspeknya Jilid 1. Jakarta: UI-Press.
P, M. M. (2010). M.qurais shihab Membumikan Kalam di
Indonesia. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah2010TangerangBantenIndonesiaDaar
el-Qolam Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar